Kalahkan
karena kecewa hanya milik orang yang terus merasa kalah, maka tersenyumlah
Surga/Neraka
Menyangkut ke tepian kelu yang terus berujar
Meminta-minta diri untuk dikasihani
Sekaligus siap dianiaya mati
Dimanakah surga?
Ada dirumah tetangga
Atau diantara tepian kelu yang terus berujar
Ditengah penatnya guguran dedaunan
Melompatkan asa
Melemparka rujukan
Mencari dimanakah nerka?
Ada disaku penguasa
Atau ditengah penatnya guguran dedaunan
‘ris 30/01/06
Budaya Monyet dan Pisang
Aku menangkap perbincangan antara monyet dan pisang
Yang pertama memohon maaf karena sudah memakannnya
Yang kedua berterimakasih sudah memilihnya
Perbincangan yang mengikat
Saling mengisi
Bukan menjumplangi
Rawamangun 11/01/01
Sebelum dan Sesudah
Aku melihat tautan datar dari balik cahaya gemetar
Membentuk wajah-wajah yang seperti aku kenal
Sudah mati
Molek wajah terjadi semena-mena
Menerbitkan galau
Sesekali luka
Berperih dalam bayang gemetar yang semakin menepi
Dicuri disiang hari
Mengerang
Yah mengerang
Perih sekali
Perampasan adalah hak berotak
Ia nafasnya
Merayu angin agar terus bertiup
Menerbitkan galau
Sesekali luka
Membentuk wajah-wajah yang seperti aku kenal
‘ris 18/06/05