Kalahkan
karena kecewa hanya milik orang yang terus merasa kalah, maka tersenyumlah
karena kecewa hanya milik orang yang terus merasa kalah, maka tersenyumlah
Menyangkut ke tepian kelu yang terus berujar Meminta-minta diri untuk dikasihani Sekaligus siap dianiaya mati Dimanakah surga? Ada dirumah tetangga Atau diantara tepian kelu yang terus berujar Ditengah penatnya guguran dedaunan Melompatkan asa Melemparka… Read More
Aku menangkap perbincangan antara monyet dan pisang Yang pertama memohon maaf karena sudah memakannnya Yang kedua berterimakasih sudah memilihnya Perbincangan yang mengikat Saling mengisi Bukan menjumplangi Rawamangun 11/01/01
Aku melihat tautan datar dari balik cahaya gemetar Membentuk wajah-wajah yang seperti aku kenal Sudah mati Molek wajah terjadi semena-mena Menerbitkan galau Sesekali luka Berperih dalam bayang gemetar yang semakin menepi Dicuri disiang… Read More