Home » Others » New Words (Page 3)

Category Archives: New Words

Percakapan

Pada tanah aku tersela

Sebagian mereka anggap pemerintah gila

Lainnya memuja-muja karena mendapat nafkah

Pada tiang-tiang bendera, aku terjajah

Kuikatkan mereka di sana

Tertindih

Diri yang tak pernah mengenal sepi

Semakin tahu, pemerintahmu memang sudah gila

Sekolah roboh, siswa tertimpa

Guru terluka, rakyat merana

Buku-buku berisi puja-puja pemerintah

Tak mengenal Tuhannya

Karena Raja harus disembah

Pada tanah,

Pada tiang bendera,

Aku tertawa.

-ris-

KebesaranMU

Sungguh, aku kagum akan karyaMU

Benar, aku salut dengan pembelaanMU

Terpujilah Engkau, selalu.

Kemarin, sekarang atau nanti, Engkau tetap sakti

KesaktianMU tak terganti

Sungguh, aku kagum akanMU

Cawan

tidak dianggap pusingpun kupusing
> > kelu rasanya lidahku bicara politik tapi menutup
> > mata seutuhnya pun tidak menyeimbangkan rasa hidupku
> > biar kucicipi sedikit saja
> > konspirasi masyarakat dan propagandist?
> > puaskanlah lagi otakmu
> > karna yang kupunya hanya tanya
> > siapakah yang lebih dungu?
> > masyarakat atau propagandist?
> > kusejalan dengan jawabmu
> > tapi suara sastramu membuatku ingin berkata bahwa
> > masyarakat lebih dungu. kedunguan yang membuat mereka
> > mengarahkan peluru itu ke kepala mereka sendiri, politikus hanya perlu melepaskan pelatuknyasaja.
> > apakah masyarakat telah menyiapkan 1 buah strategi
> > bekal esok hari sebelum mereka terlena dengan
> > lelahnya?
> > strategi yang menjadi perisai jangankan untuk melawan
> > apa yang kau sebut propagandist tapi melawan kebodohan mereka sendiri
> > ada pikiran sederhana yang mencoba menyadarkan kita
> > ketika kita menunjuk dengan 1 jari (pertanyaan
> atau apapun wujudnya) kepada orang lain sadarkah kita 4
> > jari yang lain mengarah kepada kita?
> > lebih dari itu ku tak tau
> >
> > jadi ….
> > cemara dipantai atau nyiur dipegunungan?
> >
> > rasanya aneh tidak menyetujui suatu pengalaman
> > bukankan kita sendiri yang membuat pengalaman itu terjadi?
> > yang kutanya bagaimana kubisa menjadi bijak dengan pengalaman itu?
> >
> > NB:
> > siapakah yang akan memuaskan cawan rinduku?
> >
> > bia

Radic

Ulurkan tangan, dan jangan terus kau kepal

Teriak-teriakan pas di telinga presiden

perlawanan bukan persoalan diam

Hai… panggil aku Radic

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: