Ringkasan Temuan Awal 

International Civic and Citizenship Education Study (ICCS)-2009

Dr. Wolfram Schulz (Research Director) and Dr. John Ainley (Project Coordinator)

Pemaparan Temuan-temuan Awal ICCS 2009

International Civic and Citizenship Education Study (ICCS) meneliti cara-cara yang dilakukan oleh negara dalam mempersiapkan generasi mudanya untuk melaksanakan peranannya sebagai warga negara. Penelitian ini melaporkan tentang pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai kewarganegaraan serta sikap, persepsi dan aktifitas siswa yang berkaitan dengan kewarganegaraan. Laporan dari ICCS ini disusun berdasarkan data dari lebih 140.000 siswa di lebih dari 5.000 sekolah di 38 negara. Data ini diperkuat dengan data lebih dari 62.000 guru di sekolah tersebut dan data kontekstual dikumpulkan dari kepala sekolah dan pusat penelitian nasional.

12107760_1250375334988642_7156483142167706436_n
Pendidikan Kewarganegaraan

Di negara-negara peserta ICCS memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam memberikan Pendidikan Kewarganegaraan. Pendekatan-pendekatan tersebut, meliputi memberikan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai satu mata pelajaran khusus, mengintegrasikan isi (pelajaran) yang relevan ke mata pelajaran lain, dan memasukkan isi pelajaran sebagai tema lintas kurikulum. Dua puluh satu dari 38 negera peserta ICCS memasukkan Pendidikan Kewarganegaraan sebagai satu mata pelajaran khusus ke dalam kurikulumnya. Pendidikan Kewarganegaraan mencakup berbagai topik. Topik yang paling banyak diberikan oleh negara-negara peserta ICCS yang menekankan pada pendidikan kewarganegaraan meliputi hak asasi manusia (25 negara), pemahaman perbedaan budaya dan kelompok etnis (23 negara), lingkungan hidup (23 negara), parlemen dan sistem pemerintahan  (22 negara) dan pemungutan suara dan pemilihan umum (20 negara).

Persepsi dan perilaku siswa

ICCS mengukur persepsi dan perilaku siswa yang berkaitan dengan pendidikan kewarganegaraan: kepercayaan pada nilai-nilai, sikap, intensi perilaku dan tindakan. ICCS mendapatkan beberapa temuan yang menarik mengenai cara berfikir siswa tentang masyarakat madani dan bagaimana mereka terlibat di dalamnya. Kepercayaan pada lembaga masyarakat bervariasi antar negara peserta ICCS. Secara rata-rata sekitar 60 persen siswa di seluruh negara peserta ICCS percaya kepada pemerintahannya, media dan masyarakat umum, sedangkan 75 persen siswa memiliki kepercayaan yang rendah terhadap sekolah. Tingkat kepercayaan yang paling tinggi kepada pemerintah ditemukan di negara Austria, Denmark, Republik Dominika, Finlandia, Indonesia, Italia, Liechtenstein, Federasi Rusia, Swedia dan Thailand. Partai politik merupakan lembaga yang kurang mendapatkan kepercayaan, hanya 40 persen siswa yang menyatakan percaya kepada partai politik. Secara rata-rata setengah dari jumlah siswa tidak menunjukkan preferensinya (pilihannya) untuk satu partai politik tertentu. Namun, baik kepercayaan dan dukungan kepada partai politik terlihat sangat bervariasi. Di beberapa negara, partai politik mendapatkan kepercayaan dan dukungan ang lebihj tinggi dibandingkan  sedangan di negara lainnya hanya sedikit siswa yang percaya kepada lembaga tersebut atau tidak menjawab (memberikan pilihan).

Untuk mendapatkan Presentasi Hasil Penelitian dalam bentuk PowerPoint dan Instrumen ICCS 2009 dalam bentuk PDF, silakan kirim email ke: harisman@callharis.com. Terima kasih.