Kreatifitas adalah cara menyelesaikan suatu masalah dengan cara berbeda. Inti dari kreatifitas adalah penyelesaian masalah. Jika usaha yang kita lakukan tidak atau belum menyelesaikan masalah yang sebenarnya, cobalah untuk menjadi lebih kreatif.

Puccio, seorang peneliti sekaligus pendiri International Center for Studies in Creativity menyatakan bahwa kreatifitas itu bisa dipelajari. Penulis lainnya, termasuk saya, menyebut bahwa kreatifitas itu bisa dilatih. Sebagai contoh, kreatifitas dalam menulis. Saya sendiri masih dalam tahap latihan menulis. Latihan, latihan, dan latihan menulis yang saya lakukan ditujukan untuk meningkatkan kreatifitas saya. Karenanya, tidak berlebih jika seorang penulis disebut individu yang kreatif.

Lebih lanjut Puccio menyampaikan empat tahapan yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kreatifitas, yaitu: clarifying, ideating, developing dan implementing.

Clarifying atau mengklarifikasi adalah tahapan dimana kita merumuskan pertanyaan yang tepat untuk permasalahan yang sedang kita hadapi. Contoh masalah: kita sedang mengalami masalah dalam membuat nama usaha. Coba rumuskan pertanyaan apa yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut. Beberapa pertanyaan klarifikasi yang bisa kita buat dari masalah penamaan tersebut adalah:
Apakah nama usaha saya sudah memenuhi kriteria nama usaha yang bagus? Apa yang harus saya pelajari untuk membuat nama usaha yang bagus? atau Apakah saya perlu menggunakan jasa membuat nama perusahaan yang sudah berpengalaman? dan pertanyaan klarifikasi lainnya. Sesuaikan tahapan ini dengan masalah yang sedang kamu hadapi.

Ideating atau mengeluarkan semua ide atau gagasan. Pada tahapan ini, sama halnya seperti brainstorming, kita dapat mengeluarkan seluruh ide yang ada di kepala dan hati kita. Ide-ide tersebut dapat mematik kita untuk semakin tajam melihat masalah yang sedang kita hadapi, bahkan tidak jarang, dari ide yang dikeluarkan tersebut, kita mendapatkan ide baru lainnya yang sangat bagus untuk nantinya dilakukan. Itung-itung membuat bank ide untuk diri sendiri🙂. Inti dari tahapan ini adalah kita menggali sebanyak mungkin cara atau solusi yang bisa kita lakukan untuk mengatasi masalah kita.

Developing atau mengembangkan. Pada tahap ini kita mengembangkan ide-ide yang kita punya dan memastikan apakah ide tersebut sudah sesuai dan mampu menyelesaikan masalah yang sedang kita hadapi. Pengembangan ide dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan mempelajari (studi kasus) masalah-masalah sejenis yang berhasil dipecahkan oleh pihak atau orang lain. Cara ini bukan ditujukan untuk menjiplak, melainkan untuk mempertajam ide kita melampaui ide yang sudah ada. Tahap pengembangan ini sangat dianjurkan ketika kita ingin membuat usaha baru atau meluncurkan produk baru.

//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js


//
Implementing atau LAKUKAN. Nah, ini yang terkadang masih suka dilupakan saat kita belajar mengembangkan kreatifitas kita. Setelah kita melalui tiga tahap sebelumnya, mengklarifiikasi, mengeluarkan ide, mengembangkan ide, tetapi kita lupa menjalankan ide kita tersebut. Sayang, bukan? Intinya, kita harus melaksanakan ide yang sudah kita buat. Setelah itu kita bisa melakukan evaluasi untuk memperbaiki ide kita tersebut. Dalam dunia start-up, kita mengenal pivoting, ketika ide yang kita laksanakan, berdasarkan hasil evaluasi, tidak bisa lagi dilanjutkan, maka pilihan lainnya adalah mengganti arah ide (pivoting).

 

Apa yang harus kita lakukan untuk bisa menjadi lebih kreatif?

Berikut beberapa contoh latihan yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan kreatifitas kita berdasarkan empat tahapan di atas:

1. Berbaringlah dan rumuskan masalah yang sedang kamu hadapi. Sebagai informasi, penelitian yang dilakukan oleh seorang peneliti Australia menyimpulkan bahwa seseorang lebih dapat berfikir kreatif ketika ia sedang berbaring daripada berdiri. Sepertinya ini terjadi juga pada diri saya.🙂

2. Sampaikan semua ide berdasarkan benda yang sedang kamu lihat/perhatikan. Contohnya, kamu sedang memperhatikan semut. Ide apa yang muncul ketika kamu melihat semut? Apakah, misalnya, “wow KERJA SAMA secara konsisten dan tanpa lelah” atau “o berarti rantai distribusinya seperti semut ini aja” dan lain sebagainya. Sesuaikan dengan rumusan masalah yang sudah kamu buat ya.

3. Buat daftar solusi. Dari rumusan masalah tadi, cobalah buat daftar solusi. Kaitkan solusi yang kamu buat langsung dengan poin-poin masalah. Untuk melakukan latihan ini, kita bisa menggunakan catatan, atau papan tulis yang berisi coretan pengembangan ide kita. Buatlah jaringan ide (idea web – ide tulisan selanjutnya – red).

4. Lakukan atau jewantahkan ide yang telah kamu buat dalam berbagai bentuk tindakan. Lakukan tindakan-tindakan dengan cara berbeda. Untuk hal ini, kita dapat melakukan latihan seperti merubah gaya penulisan (jika kita sedang belajar blogging), merubah jam olahraga ketika kita ingin menurutkan berat badan, dan lain sebagainya. Intinya, lakukanlah penyelesaian masalah dengan cara berbeda. Contohnya seperti yang sedang saya lakukan dalam blogging ini, saya terus menulis materi yang berbeda (latihan, melakukan, latihan, melakukan).

Sementara sampai di sini dulu pembahasan tentang Kreatifitas itu buah dari latihan, latihan, dan latihan. Tunggu postingan guidoo.co selanjutnya dengan BERLANGGANAN YUK.

Sumber Gambar: wikipedia
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Seperti biasa: kalau menurut kamu postingan ini bermanfaat, bagikan ke teman kamu ya. Terima kasih selamanya.