Fungsi Bapak, Ibu, dan Anak menurut Alkitab

Adalah baik untuk kita mengetahui fungsi yang benar sebagai seorang Bapak, Ibu dan anak, menurut Alkitab.

POSISI ROHANI DALAM KELUARGA

Sangatlah penting dalam keluarga kita tahu fungsi dalam keanggotaan keluarga. Keteraturan akan terbangun apabila setiap anggota keluarga berfungsi sebagaimana mestinya. Seperti halnya anggota tubuh yang terdiri dari organ-organ yang memiliki fungsi masing-masing, akan saling bekerja sama dan saling melengkapi satu dengan yang lainnya (1 Korintus 12:14).

Anggota keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak sebagaimana umumnya kita ketahui bersama, dan kita saksikan bersama bahwa keluarga di dalamnya ada ikatan atau hubungan yang erat satu dengan yang lainnya.

Itulah sebabnya keluarga memiliki peranan yang begitu penting dan strategis di setiap bangsa.

Lahirnya seorang pemimpin besar muncul dari sebuah keluarga. Lahirnya sebuah bangsa pun dimulai dari sebuah keluarga, contohnya bangsa Israel lahir dari sebuah keluarga, Yakub menjadi Israel (Kejadian 32:28) ketika memenangkan pergulatan dengan Allah.

Lewat sebuah keluarga Allah melakukan rencanaNya di muka bumi untuk menggenapi bagian dari rencanaNya.

Allah menghendaki keluarga yang kuat dan utuh dan hidup menjadi kesaksian dan teladan bagi anggota keluarga lainnya. Untuk itu anggota keluarga harus berfungsi dan memainkan perannya dalam keluarga.

  1. Fungsi seorang suami dalam keluarga (Efesus 5:22-25)

Seorang suami/pria ditunjuk oleh Tuhan menjadi seorang yang memegang otoritas, untuk memimpin seluruh anggota keluarga untuk menyembah Tuhan (1 Korintus 7:3).

Suami adalah kepala istri seperti Kristus adalah kepala jemaat. Seorang suami memiliki tanggung jawab besar, yaitu keselamatan untuk seluruh anggota keluarganya.

Kepemimpinan seorang pria akan teruji di tengah-tengah keluarganya, apakah mampu memimpin anggota keluarganya atau sebaliknya DKI (dibawah ketiak istri) atau suami-suami takut istri.

Hal tersebut bisa terjadi ketika peran seorang suami atau pria di tengah-tengah keluarga tidak berfungsi secara maksimal.

Ketika terjadi ketidakaturan dalam sistem otoritas, maka keluarga tersebut akan menghadapi masalah yang sangat besar. Akan muncul kekacauan dalam keluarga karena tidak adanya pemimpin yang berfungsi atau memegang kendali atau keputusan dalam anggota keluarga tersebut.

Selain memimpin, seorang suami harus melimpah akan kasih kepada setiap anggota keluarganya sesuai ukuran kebenaran Firman Allah, sebagaimana Kristus mengasihi jemaat (yaitu kasih tanpa syarat) atau kasih Agape.

Jangan pernah berani mencoba mengurangi standar atau hukum kasih Tuhan dalam keluarga.

  1. Fungsi seorang istri dalam keluarga (Efesus 5:22).

Seorang istri memiliki peranan penting dalam kesuksesan seorang suami. Peran seorang istri sebagai penolong dalam keluarga merupakan kekuatan bagi suaminya. Untuk itulah seorang istri harus menyadari posisinya dan tidak mengambil alih bagian yang sudah di tetapkan untuk suaminya.

Sikap tunduk terhadap suami harus diwujudkan di tengah-tengah keluarganya, dengan cara memberikan rasa hormat kepada suaminya sebagai kepala rumah tangga.

Jangan pernah memiliki sikap merendahkan terhadap suami, sekalipun seorang istri mendapati banyak kekurangan di dalam diri suami. Karena kehadiran seorang istri dalam keluarga adalah untuk melengkapi apa yang kurang dalam anggota keluarga, termasuk kekurangan yang terdapat di dalam diri suami.

Berikanlah layanan yang terbaik bagi anggota keluargamu (Amsal 31:10-31) menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anggota keluarga.

  1. Kewajiban anak dalam keluarga (Efesus 6:1-3; Kolose 3:20; Amsal 6:20).

Kewajiban seorang anak dalam anggota keluarga adalah belajar mentaati orang tua dalam segala hal (kebenaran) karena itu yang indah di mata Tuhan.

Satu alasan yang sangat mendasar adalah berkat, kesuksesan, umur panjang dan lain sebagainya bagi seorang anak berawal dari sebuah sikap yang benar di dalam pandangan kaca mata Tuhan.

Seorang anak bisa pintar dan memiliki pengetahuan yang cukup bahkan melampaui kehebatan orang tuanya, namun yang menjadikan seorang anak berhasil dimulai dari berkat yang turun dari Tuhan (Amsal 10:22).

Jika pola kehidupan ilahi ada pada diri anak, dengan melakukannya, dengan benar di mata Tuhan, percayalah masa depan yang gemilang ada di depanmu.

Milikilah posisi rohani secara akurat, sebab ketaatanmu akan membawa atau melahirkan kesuksesan yang hakiki.

Amin.
Tuhan Yesus memberkati.

Artikel ini dimuat untuk Life GKSI Betlehem.