Copywriting: Mati Pada Pandangan Pertama

Copywriting yang dalam bahasa Indonesia sering dipadankan dengan Penulisan Naskah merupakan keterampilan menyusun naskah untuk kepentingan komersial (baca: iklan). Copy (naskah iklan) yang dibuat oleh copywriter (penulis naskah iklan) dimaksudkan untuk menyampaikan pesan dari produk atau jasa yang akan kita jual.
Naskah iklan itu memuat susunan kata yang dapat mengarahkan pembaca ke produk yang akan kita tawarkan baik melalui saluran cetak (seperti koran, majalah, leaflet, brosur, dan lain sebagainya), saluran audio, seperti radio atau pengumuman (announcement), dan melalui saluran audio visual (televisi, youtube, dan lain-lain)
Yang menjadi penekanan dalam copywriting adalah pengarahan perhatian target pembeli atau pengguna kita ke produk yang nantinya (atau saat bersamaan) akan kita tawarkan. Di dalam copywriting kita baru mengarahkan.

Jika naskah iklan kita berhasil atau mampu mengarahkan calon konsumen atau pengguna produk/jasa, naskah iklan tersebut telah BERHASIL menjalankan fungsinya. Layaknya seorang tenaga penjual yang mampu mengambil perhatian calon pembelinya, demikian naskah iklan mulai bekerja.

Dengan demikian, satu-satunya ciri suatu copywriting yang bagus dan berhasil adalah jika naskah tersebut berhasil mengarahkan dan, yang terpenting, meningkatkan penjualan atau transaksi. Jika tidak terjadi transaksi, untuk apa copywriting.
Ada yang berpandangan bahwa copywriting adalah permainan kata untuk “menggoda” calon pembeli/konsumen agar membeli atau menggunakan produk/jasa yang ditawarkan. Ya, copywriting memang ditujukan untuk mengarahkan keinginan orang lain ke produk yang sedang kita tawarkan. Tapi ingat, konsumen belum mengambil keputusan untuk menggunakan atau membeli produk kita, ketika melihat iklan suatu produk. Kebanyakan konsumen melihat atau mencari MANFAAT apa yang didapat dari produk tersebut. Jadi, copywriting sangat menekankan pembangunan pemahaman MANFAAT dari sebuah produk.
Bagaimana membuat naskah iklan yang “nancep”?
Susunan utama naskah iklan terdiri dari JUDUL, TUBUH atau ISI IKLAN, dan PENUTUP atau yang belakangan banyak dipadankan dengan CTA – CALL TO ACTION. Mari kita bahas satu per satu.
JUDUL. Layaknya sebuah tubuh, Judul adalah wajah, lebih tepatnya mata – mata yang menggoda. Mata yang menggoda mata lainnya merupakan awal sebuah proses terjadinya interaksi. Interaksi bisa mengarahkan pengambilan keputusan. Jika pemicu pada judul/mata tidak bekerja dengan baik atau tidak menggoda, maka naskah langsung “mati”.

Ini yang harus dihindari – mati pada pandangan pertama.

Untuk menghindari mati pada pandangan pertama, ada tiga (3) teknik dasar dalam membuat judul untuk naskah iklan.
Pertama, Judul kudu JELAS, RINGKAS dan TEGAS. Bagian ini sudah jelas ya.
//pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js


//
Kedua, sampaikan MANFAAT. Ya ciptakan, bangun, dan tawarkan MANFAAT bukan PRODUK. Kebanyakan dari kita memiliki kebiasaan yang selanjutnya menjadi pandangan yang berkata “Apa untungnya buat gue?” Tentu kita banyak melihat judul “penggoda” naskah iklan. Berikut beberapa di antaranya:
Ketiga, KONSTRUKSI KEGENTINGAN. Ayo.. Sekarang. Jika tidak, MATI. C’mon C’mon. Kapan Lagi. Beli Sekarang. Sekarang ya. Beli Yu. Tinggal 1 hari lagi. Jangan sampai ketinggalan. SEKARANG. IYA SEKARANG. Konstruksi kegentingan ini dimaksudkan untuk mengarahkan calon pembeli mengambil tindakan yang kita inginkan. Walau, kegentingan bukanlah akhir dari segala. Bukan tujuan akhir dari copywriting. Ingat tujuan utama copywriting adalah peningkatan penjualan atau transaksi. DUIT, iya duit.
Haris namSlog

Seperti biasa: kalau menurut kamu postingan ini bermanfaat, bagikan ke teman kamu ya. Terima kasih selamanya.